Sabtu, 10 November 2012

" Sifillis oh Sifillis "


                   Apakah penyakit sipillis atau VDRL itu ?



                                                                               

Test VDRL dan TPHA Cara Mengetahui Penularan Supillis :


Sipillis merupakan penyakit menular yang berbahaya. penyebabnya Kuman Treponema Palledum. Penyebaran paling banyak Melalui hubungan seksual. Perkembangan penyakit di dalam tubuh melalui beberapa Tahapan :
* Sipillis primer ( berlangsung Antara 4-6 Minggu )
* Sipillis Sekunder
* Sipillis Laten. Ini biasanya tanpa Gejala. Penderita biasanya merasakan bahwa Tubuh sudah Sehat/Sembuh. Padahal Kuman masih berada dalam Darah.
* Sipillis Stadium Lanjut ( Setelah bertahun-tahun )

Sipillis Stadium Lanjut dapat menginfeksi Syaraf. Biasanya terjadi setelah 2-20 bulan Sejak tertular. Selain Syaraf, Kuman juga menginfeksi Pembuluh darah. Biasanya terjadi setelah 7 tahun sejak tertular. Jadi jangan kaget, sipillis juga menjadi salah satu penyebab Setroke. Terjadi setelah 20 tahun sejak terserang sipillis. 
Test TPHA dan VDRL :
Untuk mengetahui apakah Anda tertular Sipillis atau tidak. Anda harus melakukan Test TPHA (Treponema Palledum Hemaghutinations ) Tindakan ini untuk mengetahui secara Specifik apakah ada reaksi Antibody terhadap Kuman Treponema. Jika di dalam Tubuh di temukan adanya kuman ini. Maka Hasil Test positif Maka Pasient di nyatakan Positif Tertular.


Selain Test TPHA di lakukan juga Test VDRL ( Venereal Desease Research Laboratory ) Test VDRL di lakukan juga sebagai tindakan Skrining awal. Di Laboratorium, Petugas akan mengambil sampel Cairan dari tubuh Anda. Kuman TREPONEMA PALLEDUM. ini awalnya berkembang biak di tempat masuknya. Bisa dari saluran Kencing atau Luka infeksi. Kemudian sebagian Kuman  akan masuk menyerang kelenjar getah bening yang berdekatan dan peredaran Darah. Maka biasanya pemeriksaan di lakukan dengan mengambil Cairan jaringan dari Lesi Kelainan Kulit dan Darah.

Jika di dapati positif maka dokter biasanya memberikan Antibiotik. Setelah selesai pengobatan terhadap sipillis maka kembali di lakukan Test VDRL yang biasanya menjadi negatif setelah setahun sembuh. VDRL biasanya di pakai untuk menilai hasil Efektifitas pengobatan. Jadi seorang yang terkena sipillis selama pengobatan harus melakukan VDRL berulang-ulang. Test ini akan menjadi negatif setelah 6-24 bulan setelah pengobatan. Bahayanya lagi, sipillis sering juga di sertai dengan penyakit menular Seksual (PMS) lainya. Seperti Gonoerhoe (Kencing Nanah) Untuk melakukan 2 Test ini Anda tinggal mendatangi Laboratorium Klinik yang terdekat di kota Anda.

Perkembangan Stadium Sipillis :
Rentang waktu antara 10-90 hari ( Umumnya 3 Minggu) sejak terinfeksi , akan timbul satu atau beberapa Lesi/Luka pada tempat Treponema masuk. Awal terserang terdapat satu bintik berisi benda/benjolan padat yang permukaanya mengelupas lalu erosi. Ukuranya beberapa milimeter sampai 1-2 cm. Benjolan ini berbentuk bulat atau bulat lonjong. Dasarnya bersih dan merah. Kulit di sekitarnya tidak kemerahan dan tidak terasa nyeri. namun jika diraba terasa keras.

Setelah itu kurang lebih 3 mingu akan menjalar ke kelenjar getahbening disekitar Lesi. Kelenjar ini lalu akan membesar, padat, dan jika di raba terasa kenyal. Tapi tidak terasa nyeri dan area sekitarnya masih dapat digerakkan. kondisi ini disebut sebagai sifillis stadium I Kompleks Primer.

Hasil pemeriksaan serologi (TPHA atau VDRL) biasanya negatif sebelum stadium I kompleks primer ini. Kemudian akan berkembang menjadi sipillis stadium 2. Pada stadium 2 ini biasanya gejala gejala yang terjadi pada stadium 1 sudah sembuh. jarak waktu antara sipillis stadium I dan I I Umumnya 6-8 minggu. stadium 2 disebut sebagai penyakit kulit yang menyerupai penyakit kulit lainya (The Greatest Immitator of All Skin Diseases )

Walaupun ada borok (semacam penyakit kulit ) penderita tidak merasakan gatal. Kalaupun gatal, di rasakan sangat jarang. Tidak terdapat kelainan kulit yang berbentuk gelembung berisi Cairan seperti pada Cacar Air. Sebelum muncul kelainan nyeri tulang, nyeri pada leher, dan tidak bernafsu makan.

Kelainan kulit bisa berupa Makula Roseola, Kelainan kulit berbatas tegas dengan kulit berwarna kemerahan. Bentuknya bulat/lonjong. Kelainan terjadi terutama di bagian Dada, Perut, punggung, Lengan serta sekeliling leher. Selain bulatan ada juga berbentuk papul (bintik-bintik ). Papul ini menyebar pada perbatasan Rambut kepala. Muncul juga di seluruh tubuh termasuk pada telapak tangan dan kaki. Pada selaput lendir mulut dapat di temukan bercak-bercak putih. Kelainan-kelainan ini sangat infeksius dan penuh dengan kuman. Jadi penularan bisa melalui Ciuman, Pelukan dan pakaian

Selain kelainan di kulit. Infeksi sipillis dapat menyebar di selaput Otak, Mata, Hati, dan Ginjal. Tiga sampai tujuh tahun setelah Infeksi, stadium 2 dapat berkembang ke stadium 3. Pada stadium ini kerusakan sudah menyebar ke seluruh jaringan Tubuh Manusia.

Inilah Data-Data yang sempat Kami rekam buat pelajaran Kita semua Agar kita bisa lebih berhati-hati serta Waspada dan menjaga Kesehatan diri kita sendiri. Agar Kita jangan sampai Terkena penyakit semacam ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar